Keluarga Kami Ingin Selalu dalam Kasih dan Cinta

Keluarga Kami Ingin Selalu dalam Kasih dan Cinta
Komitmen Cinta & Kasih Keluarga Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Ujian Kesabaran Pasangan Zainudin Hasan dan Ikang FawzidiLampung Selatan

Zainudin Hasan (adik Menhut RI Zulkifli Hasan) dan pasangannya Ikang Fawzi Kampanye Di Tengah Intimidasi Kades Natar, Lampung Selatan.

Bahagia dapat Lebih Banyak Menemani Suami di Usia Emas

Bahagia dapat Lebih Banyak Menemani Suami di Usia Emas
Ikang Fawzi dalam Gemgam Erat Tangan Istri Menuju Surga: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Anak Ikang Fawzi & Marissa Haque, Chikita Fawzi, TV One, Upin & Ipin, Lez Copaque, 2010

Ayah Ikang Fawzi & Bunda Marissa Haque

Ayah Ikang Fawzi & Bunda Marissa Haque
Konon Kenangan Venezia, Italia, sebagai a New Wed Couple (Ikang Fawzi & Marissa Haque)
Tampilkan postingan dengan label Ikang Fawzi Marissa Haque. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikang Fawzi Marissa Haque. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Agustus 2012

Bunda Marissa Haque Fawzi: "Menasehati tentang Bumpy Road dan Real World"

f6934fbc6508e64aebef3aeec5b15205_marissa-haque-iikang-fawzi-dan-al-quran-dari-gito-rollies-2008 
Hidup tidak pernah linier, bahkan cenderung sangat fluktuatif berkelanjutan. Seringkali saya berhasil memotifasi diri sendiri dengan mengatakan: “…saya bahagia, dan karena saya bahagia orang lain juga jadi bahagia.” 

Siang tadi barusan, saya kedatangan seorang sahabat saat SMP dulu dan bertanya tentang jadwal reuni. Sementara saya pribadi masih sangat kelelahan, karena baru saja tiba dari luar kota untuk suatu pekerjaan. Saya tanyakan dengan hati-hati, apa yang membuatnya sangat ingin ber-reuni, adakah sesuatu yang istimewa semisal ingin bertemu mantan pacar, canda saya sepenuh hati. Ternyata, teman SMP ku tadi baru saja menjanda karena ditinggal oleh suami dan dia sedang harap-harap cemas dengan pekerjaan baru yang sebelum lebaran baru dikirmkan lamarannya.

Memang wajah sahabat SMP ku itu terlihat lumayan stressful, dan kulit wajahnya tidak semulus saat kami remaja dulu. Saya pun seusia dengan dirinya. Namun mungkin juga karena rajin merawat serta sangat kuat minum ramuan Madura, saya dengan ge’er di dalam hati merasa tampil lebih muda dari dirinya.

Sahabatku itu ternyata sedang menanti pekerjaan, dan kabar yang tak kunjung tiba itu rupanya mengahadirkan kecemasan tinggi dalam dirinya. Dan dia merasa bahwa saat-saat menganggurnya itu sering menyelemuti dirinya denag emosi yang tidak stabil. Menyandang status sebagai pengangguran dan sering mendapat hinaan kecil ari sanak keluarga terutama salah seorang dari anakknya, membuat dirinya semakin diliputi rasa tidak percaya diri. Saya menduga hal tersebut memperburuk kondisi kejiwaan sahabatku sehingga membuat dirinya tampak lebih tua dari diriku.

Sehingga dengan sangat hati-hati saya mencoba memberikan saran pada dirinya, semampu saya dengan ilmu psikologi dasar yang pernah saya baca sebagai berikut:
(1) Berdoa dan Berekelanjutan Minta pada Allah;
(2) Manfaatkan Hobi;
(3) Terus Buka Komunikasi untuk Beragam Peluang;
(4) Back to School; dan
(5) Kreatif Ciptakan Panggung Aktualisasi Diri.

6e04cedad42183b0bec663ff76cfef95_recharging-harmoni-pernikahan-pasca-komitmen-in-bali-27-tahun-lalu-dlm-ikang-fawzi-marissa-haque 
Keterangan lebih rincinya adalah intinya jangan pernah lupa untuk terus-menerus minta keajaiban dari Allah Azza wa Jalla, agar selalu secepatnya dibukakan pintu rizki dari jalan yang diridhoi-Nya saja. Kemudian cob alirik kembali beberapa hobi lamanya, yang saat dilakukan membuat suasana hatinya bahagia. Saya beri contoh bahwa saya sangat bahagia saat sedang melukis, lalu suami serta kedua anak putrid kami sangat bahgia saat sedang menyanyi dan mencipta lagu. Selanjutnya, terus berkelanjutan membuka komunikasi untuk beragam peluang. Cek kembali koleksi lama buku alamat dan album kartu nama relasi dan kerabat. Jika memiliki sisa tabungan kembali kuliah, lebih tepatnya karena saya tahu sahabatku itu sangat cerdas adalah Back to School atau kembali lagi ke bangku kuliah. Ambil S2 lalu S3. Ambil jurusan yang cocok dengan kemampuan serta karakter sosio-enterpreneur kita sehingga mampu kreatif ciptakan panggung aktualisasi diri.

Saat kami berpisah sore ini terlihat mulai berkurang murung di wajah manisnya. Semoga saja silaturahim kami tadi membawa keberkahan bagi kami semua. Saya menyayangimu sahabatku… dan ingin melihatmu kembali semanagt serta ceria seperti hari-hari kita dulu sekian masa silam.

Bunda Marissa Haque Fawzi: "Menasehati  tentang Bumpy Road dan Real World"


Sabtu, 18 Agustus 2012

“Keteladanan Umar bin Khatab dalam Kehidupan Kami”: Marissa Haque & Ikang Fawzi


 
Terimakasih banyak MNC TV dan UIN Jakarta.
1c7eba1c40ed9fdd82b0347c0bc4d7da_drhj-marissa-haque-fawzi-yang-anggun-sebagai-calon-hakim-mk

“Keteladanan Umar bin Khatab dalam Kehidupan Kami”: Marissa Haque & Ikang Fawzi 

Kawasan Umum - JAKARTA- Sosok Umar bin Khattab yang memiliki jiwa kepemimpinan teladan sangat dikagumi banyak orang. Salah satunya Marissa Haque yang sangat mengagumi sosok Umar.

“Umar yang terlihat garang, ketika dibacakan ayat-ayat Alquran langsung luluh hatinya. Itu yang namanya hidayah kan,” kata Marrisa saat ditemui di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan.
Begitu juga dalam kehiduan keluarganya, Marrisa dan Ikang Fawzi mencoba mengaplikasikan ajaran yang baik untuk diterapkan dalam keluargannya.

“Ikang dan saya sebagai wakil imam di rumah, kita lead by example. Apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita katakan sebagai manusia yang penuh dengan kesalahan,” ujarnya.
(rik)
3db51437591a9ade1361f6e698a9000e_my-sweet-memory-saat-kuliah-doktor-di-ipb-library-kampus-dramaga-bogor-drhj-marissa-haque-fawzi

 

Minggu, 29 April 2012

"Govt to Set Up Film Board to Boost Production: The Jakarta Post (in Marissa Haque & Ikang Fawzi)"

Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2012/04/03/govt-set-film-board-boost-production.html


Jakarta | Tue, 04/03/2012 5:13 PM
Mari Elka Pangestu: Tourism and Creative Economy Minister. (Kompas.com/Arbain Rambey)Mari Elka Pangestu: Tourism and Creative Economy Minister. (Kompas.com/Arbain Rambey)

The government will spend Rp 10 billion (US $1.09 million) to set up the Indonesian Film Board (BPI) this year to boost the local film industry, a minister says.

"This is our commitment to improve the quality of local films as well as to increase theier quantity," Tourism and Creative Economy Minister Mari Elka Pangestu said in Jakarta on Tuesday.
Indonesia produced 25 films between January and March, up from 19 films during the same period last year, she said.

Mari said the government would favor certain types of film. "We are going to focus on films for children and Indonesian heroes this year - films that develop Indonesian values and education.” (nfo)

Sabtu, 03 Maret 2012

Bunda Marissa Haque Fawzi: Doa untuk Angelina Sondakh sebelum ke Dilli, Timor Leste

Marissa Haque Ikang Fawzi: Angelina Sondakh adalah nama yg saya doakan sore ini sblm heading to Dilli, Timor Leste.


Rilis: UGM Terima Kunjungan Dubes RI Untuk Timor Leste

UGM Terima Kunjungan Dubes RI Untuk Timor Leste  

Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste, Eddy Setiabudi melakukan kunjungan ke UGM. Kunjungan dalam rangka meningkatkan hubungan bertetangga antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Timor Leste diterima Rektor, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D, Kamis (10/11).

Disamping berharap masukan dari civitas UGM untuk meningkatkan hubungan baik selama ini, Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste, Eddy Setiabudi berkesempatan ceramah di hadapan para dosen dan mahasiswa di lingkungan UGM. "Kunjungan ini memang bersifat kedinasan, karena bersama kami turut serta para mantan kuisoner, KKP, ini sebagai bentuk evaluasi untuk meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Timor Leste," ujar Eddy Setiabudi di ruang Multimedia.

Menurutnya terdapat tiga permasalahan yang mesti harus diperhatikan menyangkut kebijakan hubungan bertetangga antara Indonesia dan Timor Leste. Ketiga masalah tersebut adalah terkait Hak Asasi Manusia (HAM), Aset, aset individu, BUMN dan aset negara serta permasalahan terkait batas negara. "Ketiga isu tersebut amsih perlu dibicarakan, dan benang merah permasalahan perlu diurai agar kedua negara dapat bertetangga secara lebih baik," paparnya.

Dalam ceramah, Eddy meyakini bila sebagai anggota dan berpegang pada piagam PBB, Indonesia memiliki prinsip-prinsip hidup bertetangga yang baik. Terlebih pegangan tersebut disanding dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam peacefull principle. "Karenanya dalam praktek hidup bernegara hal itu tinggal melakukan perluasan dengan berbagai program," katanya.

Pendapat senada di sampaikan Rektor, Prof. Sudjarwadi. Dikatakan dengan kunjungan Dubes Republik Indonesia untuk Timor Leste akan semakin memperluas network dan kedua negara bisa saling bertukar pengalaman. "Terlebih untuk ide-ide dalam hal bertetangga yang baik sebagai hubungan antar negara, spesifik Indonesia dan saudara muda pemerintah Timor Leste," tutur Rektor.

Dalam hal ini, kata Rektor, UGM bisa mengembangkan dan melakukan studi guna kepentingan perbatasan kedua negara. Apalagi dari hasil studi tersebut nantinya bisa menjadi contoh dan memberi inspirasi bagi mahasiswa di berbagai negara. "Jika di bidang demokrasi Indonesia menjadi terbaik ketiga, kita juga bisa berharap menjadi contoh untuk studi perbatasan," paparnya. (Humas UGM/ Agung)

 Marissa Haque Fawzi: Doa untuk Angelina Sondakh sebelum ke Dilli, Timor Leste

Senin, 06 Februari 2012

"Hari Ini Bunda Icha Masih Diserang oleh Dee Kartika Djumadi (Diduga Penjahat Cyber): Mohon Dibaca oleh Dr. Arif Satria, Prima Gandhi (HMI), Alvin Adam (Just Alvin), Addie MS & Memes"


Berikut bahan untuk Alvin Adam cs di Metro TV  untuk Acara "Just Alvin."

Sampai detik ini tertanggal 7 Februari 2012, saya yang bernama Marissa Grace Haque Fawzi masih merasakan serangan cyber-bully dari yang diduga bernama Dee Kartika Djumadi. Saya sedang berpikir keras "harus diapakan" orang yang bersangkutan tersebut agar berdampak jera. Karena sejujurnya saya dan keluarga merasa sangat terganggu! Allahu Akbar...


Untuk mengetahui siapa yang bersangkutan pelaku teror cyber tersebut (diduga bernama Dee Kartika Djumadi) dan kualitas manusia seperti apa dirinya itu, alangkah baiknya kita semua pelajari informasi dari seorang sahabat bernama Mas Sony Kusumasondjaja FORUM KAHMI di DIKTI, sebagai berikut di bawah ini:


Sent: Tuesday, January 17, 2012 7:47 PM
Subject: tentang kartika dee

  Assalamualaikum wr.wb.
Dear rekan-rekan Diktiers,

Mungkin sebagian rekan Diktiers sempat mendengar adanya konflik yang melibatkan artis lawas yang saat ini masuk ke dunia politik - Marissa Haque. Konflik yang sedang hangat muncul di tayangan infotainment Indonesia tersebut memang bersumber pada Marissa Haque sedang terlibat perang di media Twitter dengan musisi senior, Addie MS - beserta istrinya, Memes, dan putranya, Kevin Aprilio. Namun, mungkin tidak banyak yang paham, bahwa konflik tersebut bermula dari ketersinggungan Marissa Haque yang dituding oleh seseorang di media Twitter juga. Tuduhan tersebut mengatakan bahwa disertasi Marissa Haque di Program S3 IPB sebenarnya tidak layak diluluskan karena dibuatkan orang lain. Nah, masalah menjadi berkembang ke mana-mana bahkan sampai melebar ke konflik pribadi antara Marissa Haque dengan keluarga Addie MS. 

Bagi yang ingin memahami kronologis kisahnya, silakan mengunjungi/membaca notes yang saya tulis di Facebook saya yang berjudul "Sebuah Catatan tentang Perang Kamseupay". 

Nah, di sini saya tidak akan mengupas masalah kehidupan selebritis kita yang memang seringkali tidak bisa masuk dalam nalar saya. Saya ingin menyoroti soal tuduhan kepada Marissa Haque tentang disertasinya; lebih tepatnya menyoroti tentang "siapa sebenarnya yang melontarkan tuduhan tersebut". 
Tuduhan tersebut dilontarkan oleh seseorang bernama Dyah Kartika Rini Djoemadi. Siapa beliau..? Beliau adalah aktivis di berbagai organisasi profesi, termasuk DPP HIPMI dan KADIN Indonesia. Beliau juga (pernah) aktif di Partai Amanat Nasional dan pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Komunikasi Kreatif PP PAN pada sekitar 2007. Beliau memiliki perusahaan konsultan kebijakan publik bernama SpinDoctor Indonesia. Dan beliau juga (pernah) menjabat sebagai senior fellows/experts di Paramadina Public Policy Institute, serta sebagai Dosen Pascasarjana di perguruan tinggi di Jakarta, termasuk di Universitas Indonesia. 
Yang menjadi persoalan adalah bahwa Ibu Dyah Kartika Rini Djoemadi - atau biasa dipanggil Kartika Djoemadi atau Dee Kartika - dalam berbagai kesempatan menyebut dirinya sebagai lulusan PhD di bidang Ekonomi Makro dari Universiteit van Amsterdam, Belanda. Hal ini bisa teman-teman baca dan lihat sendiri dalam print-out berbagai situs di Internet yang saya rangkum dan saya attach di postingan ini. Pengakuan sebagai lulusan PhD dari Amsterdam ini cukup aneh, karena pada April 2007, beliau masih menyebut dirinya sedang “menyelesaikan Program Doktoral di bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia” (lihat attachment “Dee Kartika di Media Massa4”), dan pada Februari 2009, beliau juga menyatakan “masih menyelesaikan disertasi di S3 Komunikasi UI” (lihat attachment “Dee Kartika di Media Massa5”). Namun, pada bulan September 2011, di website Paramadina Public Policy Institute, pada halaman profil Senior Fellows/Experts di Institut tersebut, beliau menyebut diri sebagai PhD in Macro Economic from University van Amsterdam, the Netherland (lihat attachment “profil Paramadina Public Policy Institute (lama)”). Lalu, dalam berbagai profil beliau – mulai dari situs LinkedIn, MySpace, profil pendiri (founder) di website perusahaan SpinDoctors, profil Board of Director di website perusahaan SpinDoctors, dan lain-lain, beliau selalu menyebut diri sebagai PhD di bidang Ekonomi Makro dari Universiteit van Amsterdam. Semua informasi yang menjadi bukti-bukti statement ini sudah saya lampirkan dalam attachment
Nah, pada tanggal 2 Januari 2012, seorang rekan PhD student yang sedang menempuh studi di Leiden University bernama Buni Yani menanyakan kepada beliau melalui email, apakah benar beliau lulusan PhD dari Universiteit van Amsterdam. Dan beliau mengiyakan. Setelah menanyakan kebenaran hal ini kepada pihak Universiteit van Amsterdam, ternyata pihak Universiteit van Amsterdam memberikan klarifikasi melalui email (lihat attachment “Klarifikasi Universiteit van Amsterdam”) bahwa tidak pernah ada student bernama Dyah Kartika Rini Djoemadi terdaftar di Universiteit van Amsterdam. Bahkan, di website School of Economics Universiteit van Amsterdam (http://ase.uva.nl/aseresearch/object.cfm/objectid=DA8E9304-C6EB-4172-AD771508C05A11DB) yang menampilkan daftar nama lulusan PhD yang berhasil mempertahankan disertasinya di bidang Ekonomi Makro di universitas tersebut sejak tahun 2005 sampai dengan 2011, tidak tercatat nama Dyah Kartika Rini Djoemadi. Informasi dari rekan Aprina Murwanti (University of Wollongong, Australia), DIKTI juga tidak pernah mencatat penyetaraan ijazah luar negeri dari Belanda – dalam bidang ilmu apapun – atas nama Dyah Kartika Rini Djoemadi (silakan lihat http://ijazahln.dikti.go.id/v4/detail_negaraptr.php?kodept=604017&page=1 ). 
Pertanyaan yang mengusik benak saya adalah:
SATU 
Apabila beliau menyelesaikan Master di Komunikasi UI pada tahun 2002 dan pada April 2007 serta Februari 2009 mengaku masih menyelesaikan program Doktoral di Komunikasi UI, lalu bagaimana bisa beliau mencantumkan gelar PhD bidang Ekonomi Makro dari Universiteit van Amsterdam pada tahun 2011? Setahu saya, program Doktoral di Belanda tidak bisa diselesaikan dalam waktu 2 tahun saja. Jadi, bagaimana mungkin..? 
DUA
Apabila nama beliau tidak terdaftar di database Universiteit van Amsterdam, tidak tercatat sebagai lulusan di School of Economics, Universiteit van Amsterdam, dan tidak tercatat dalam daftar lulusan luar negeri yang menyetarakan ijazahnya di Dikti, lalu bagaimana bisa beliau mencantumkan gelar PhD bidang Ekonomi Makro, Universiteit van Amsterdam dalam berbagai kesempatan dan pada berbagai media..? 
TIGA
Kalau memang beliau menempuh studi di Program Doktoral Komunikasi UI, bagaimana mungkin beliau mendapatkan gelar PhD..? Bukankah UI memberikan gelar DR – dan bukan PhD – kepada lulusan S3-nya..? Kalaupun beliau lulusan dari S3-UI, bagaimana mungkin, nama beliau di berbagai media selalu disebut sebagai lulusan PhD dari Universiteit van Amsterdam..? 
EMPAT
Kalau memang beliau adalah lulusan PhD dari Universiteit van Amsterdam sebagaimana yang beliau akui, lalu mengapa saat ini, beliau menghapus semua keterangan tentang riwayat pendidikan beliau di berbagai situs yang menampilkan profil atau CV beliau..? Dulu di situs LinkedIn, MySpace, profil Kompasiana, profil di perusahaan beliau, beliau selalu menyatakan diri sebagai lulusan PhD bidang Ekonomi Makro, Universiteit van Amsterdam. Record ini masih bisa dilacak di search engine Google sampai hari ini – dan sebagian besar sudah saya scan dan saya lampirkan dalam email ini. Namun, kalau kita membuka situsnya (tidak dari Google), keterangan bahwa beliau adalah lulusan PhD dari Amsterdam sudah dihapuskan. Apa yang sebenarnya terjadi..? 
LIMA
Upaya konfirmasi kepada beliau sudah dilakukan oleh banyak pihak. Melalui media Twitter (yang seringkali digunakan oleh beliau), banyak pihak – termasuk Pak Buni Yani di Leiden University, saya, Ibu Aprina Murwanti (University of Wollongong), pak Agung Tri Setyarso (Jepang),  dan lain-lain – meminta kepada beliau untuk menyebutkan (1) judul disertasi/penelitian PhD beliau, (2) nama supervisor PhD beliau, dan (3) tanggal defense sidang PhD di Universiteit van Amsterdam, namun tidak pernah dijawab dan tidak pernah direspon. Padahal, kalau memang (misalnya) terjadi kesalahan dalam system database di Universiteit van Amsterdam yang menyebabkan nama beliau tidak tercatat sebagai student maupun sebagai lulusan – informasi tentang judul penelitian dan nama supervisor serta tanggal defense itu bisa digunakan tidak hanya untuk mengkonfirmasi gelar PhD beliau, tapi juga untuk menyampaikan terjadinya kesalahan pencatatan dalam database universitas sekelas Universiteit van Amsterdam. Konfirmasi juga bisa dilakukan langsung kepada supervisor beliau, bukan..? Komputer dan database bisa saja mengalami error, tapi semestinya supervisor beliau akan masih mengingat beliau sebagai salah satu mahasiswa bimbingan PhD-nya. Sayang sekali, beliau tidak bersedia menyebutkan tiga informasi yang kami tanyakan di atas. 
Proses korespondensi antara rekan Buni Yani dan Kartika Djoemadi – di awal-awal munculnya “pertanyaan” tentang benar tidaknya gelar PhD tersebut, bisa dilihat di attachment “Korespondensi Email Dee Kartika”. 
Dengan rentetan kejadian ini, mau tidak mau, wajar saja jika muncul kecurigaan saya bahwa telah terjadi kecurangan atau mungkin kejahatan akademis – menggunakan gelar akademis tanpa hak. Saya sebagai seorang insan akademik merasa sangat terusik dengan hal ini. Yang membuat saya jadi gelisah adalah bahwa ada seseorang yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, aktif di Partai Politik, dan aktif pula menjadi tenaga pengajar dan peneliti yang menggunakan gelar PhD tersebut tanpa hak. Dan, sayangnya, beberapa orang yang mengetahui kasus ini memilih untuk berdiam diri – ada yang beralasan “tidak mau mengorek-ngorek aib orang”, ada yang beralasan “demi persahabatan”, dan lain-lain. 


Saya juga tidak paham, bagaimana Kemendiknas atau Dikti/Ditnaga atau Universitas Indonesia atau Universitas Paramadina atau lembaganya Paramadina Public Policy Institute akan merespon dugaan pemalsuan gelar ini.  
Masa sih, mereka tidak tahu keributan yang terjadi di media Twitter selama hampir dua minggu ini..? Ataukah ini memang bukanlah kejahatan akademik sebagaimana yang saya kira selama ini..? Apakah memang benar, bahwa seseorang boleh saja dan sah-sah saja menyematkan atribut PhD (tanpa harus benar-benar memperolehnya secara sah) - lalu menggunakan atribut itu untuk tampil sebagai pembicara, sebagai peneliti di sebuah lembaga riset, sebagai dosen, dll..? Saya hanya berpikir, kalau kejadian seperti ini kita diamkan selamanya, niscaya hal seperti ini akan menjadi sesuatu hal yang lumrah terjadi di Indonesia. Betapa mengerikannya apabila hal itu betul-betul membudaya di dunia pendidikan Indonesia. 
Di sini, saya tidak bermaksud untuk mengorek-ngorek aib yang bersangkutan. Saya juga tidak berminat untuk jadi pahlawan kesiangan. Saya tidak kenal beliau secara personal, dan saya juga tidak kenal Marissa Haque yang sempat menjadi “musuh online” beliau. Posting ini saya tujukan di milis ini (1) sebagai bentuk keprihatinan saya akan kejadian yang sangat menyedihkan ini, (2) sebagai upaya “perlawanan” atas kejahatan akademis yang mungkin telah terjadi tapi tidak terlalu diperhatikan, dan (3) sebagai upaya permintaan tolong seandainya rekan-rekan Diktiers semua memiliki pandangan atau ide tentang apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi masalah ini. 
Demikian informasi ini saya sampaikan, semoga bermanfaat, dan menggugah kita semua untuk berbuat sesuatu. Maaf apabila ada rekan-rekan yang kurang berkenan dengan posting ini.  Maaf juga karena saya terpaksa melampirkan attachment yang ukurannya sangat besar. Mohon dimaklumi, karena meskipun isinya adalah file yang saya cetak dari Internet, sebagian besar file tersebut sudah susah untuk diakses (ada yang sudah dihapus, dll), terutama kalau kita tidak terlalu menguasai trik-trik pencarian menggunakan search engine. 

Terima kasih
Wassalaumalaikum wr.wb.

SONY KUSUMASONDJAJA 

 "Hari Ini Saya Masih Diserang oleh Dee Kartika Djumadi (Diduga Penjahat Cyber):  Mohon 
 Dibaca oleh Dr. Arif Satria, Prima Gandhi (HMI), Alvin Adam (Just Alvin), Addie MS & Memes"

Sabtu, 04 Februari 2012

Mengelola Semangat dengan Pikiran: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi

Ketika saya merasa prihatin serta galau terhadap apa yang terjadi terkait dengan  berpulangnya Porf. Dr. Sofyan Harahap salah seorang guru ekonomi syariahku Dekan FE Universitas Trisakti Jakarta, ditetapkannya angelina Sondakh sebagai tersangka korupsi oleh KPK, terancamnya 'posisi' Bang Anas Urbaningrum terkait dijadikannya Angelina Sondakh sebagai tersangka, dan berpulangnya Oom HIM Damsyik salah seorang kerabat dekat dan aktor kesayangan kami saat saya dan keluarga menelola rumah produksi PT RAM Films. Tulisan dari kompas.com ini menarik untuk dijadikan rujukan langkah hidup kita. Sebagai berikut:


Kompas.com - Apa yang kita pikirkan akan mendefinisikan semangat kita. Itu mengapa sangat penting untuk selalu membuat diri termotivasi dan memanamkan dalam pikiran bahwa kita mampu memberikan hasil terbaik.

marissa-haque-anggun-sebaga-calon-hakim-mk

Berbeda dengan pemahaman banyak orang selama ini yang menyebutkan bahwa semangat bisa habis dan harus diisi kembali dengan mengambil jeda, para ahli dari Stanford University berusaha membuktikan bahwa pendapat tersebut kurang tepat. Menurut mereka, semangat yang layu lebih disebabkan karena faktor mindset belaka.

Dari hasil penelitian mereka, diketahui kesanggupan seseorang untuk terus bekerja atau bersemangat sangat ditentukan oleh seberapa besar dan sebatas apa mereka mampu melakukannya.

“Bila Anda merasa semangat itu ada batasnya, maka Anda juga akan mudah lelah jika melakukan pekerjaan yang sulit. Tapi jika Anda merasa tekad dan semangat adalah sesuatu yang tak mudah habis, Anda bisa terus dan terus,” kata Veronika Job, peneliti dari Stanford University.

Dalam penelitiannya, Job dan timnya melakukan serangkaian eksperimen untuk menguji para mahasiswa tentang kegigihan mereka. Setelah mengerjakan tugas-tugas kuliah yang melelahkan, mahasiswa yang yakin bahwa semangat itu terbatas, memiliki hasil ujian konsenstrasi yang buruk dibanding dengan mereka yang yakin bahwa semangat adalah sesuatu yang bisa dikendalikan.

“Mahasiswa yang diberikan pengaruh bahwa konsentrasi mereka ada batasnya harus mengambil jeda beberapa saat sebelum melakukan tugas berikutnya. Namun keyakinan bahwa semangat adalah sesuatu yang tidak terbatas membuat mahasiswa lainnya lebih kuat dalam menghadapi tantangan tugas sulit,” kata para peneliti.

Dalam jurnal Psychological Science, para peneliti mengatakan bahwa kuat tidaknya seseorang menghadapi godaan sangat ditentukan oleh kekuatan pikiran. Mereka mengatakan, hasil penelitian ini bisa menjadi landasan keyakinan bagi para pecandu untuk mengatasi masalahnya atau para pekerja yang sering kehilangan motivasi bekerja.

Senin, 23 Januari 2012

Klarifikasi Tulisan Oknum Wartawati tribunnews.com Anita .K. Wardhani atas Bunga untuk Oom Addie MS


Marissa Haque Tak Pernah Kirim Bunga untuk Addie MS

Tribunnews.com - Selasa, 24 Januari 2012 08:37 WIB


Marissa Haque
Marissa Haque Tak Pernah Kirim Bunga untuk Addie MS



Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fakhrurrodzi

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/01/24/marissa-haque-tak-pernah-kirim-bunga-untuk-addie-ms

TRIBUNNEWS.COM - Artis senior Marissa Haque Fawzi mengklarifikasi mengenai pemberitaan yang mengatakan ia telah mengirimkan bunga kepada komposer Addie MS.

"Saya tidak pernah mengatakan kirim bunga, dan lakukan kirim bunga," kata Marissa Haque Fawzi, Selasa (24/1/2012), melalui telepon seluler.

Peraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di bidang lingkungan hidup ini menjelaskan, suaminya, Ikang Fawzi pernah menyampaikan kepada dirinya bahwa Addie MS pernah berjanji hendak mengirim bunga terkait polemik dengan Dee Djumadi.

"Suami saya, Ikang Fawzi pernah menyampaikan, Addie MS berjanji kirim bunga. Pertama pada 20 tahun lalu dan pekan lalu. Jadi bukan saya yang hendak kirim bunga," kata Marissa mengklarifikasi.

Ia mencoba menceritakan peristiwa sekitar 20 tahun lalu itu. Ketika itu, tutur Marissa, ia dan Adjie Sutama, baru saja lulus dan meraih predikat sarjana hukum.

Entah kenapa, Addie MS membentak keduanya di saat sedang bahagia menyandang gelar sarjana.

"Hingga sekarang Addie sama sekali tidak pernah kirim bunga sebagai bentuk minta maaf, karena membentak saya," cerita ibu dua anak ini.

Perseteruan antar dua keluarga ini berawal dari kemarahan istri Ikang Fawzi itu kepada penyanyi baru bernama Dee Kartika Djumadi. Penyanyi yang tergabung dalam trio vokal bersama Memes dan Rida ini menyebut Icha tak lulus ujian doktoralnya karena diduga desertasinya dibuatkan oleh orang lain.

Dari sini lah perang terjadi. Nama keluarga Addie MS pun terbawa-bawa. Bahkan perang antar dua keluarga ini semakin memanas saat Marissa maupun Addie MS dan juga Kevin Aprilio terlibat perang di dunia maya.

Namun belakangan Marissa Haque sudah meminta maaf kepada Addie MS dan keluarganya. Begitupun Addie MS dan keluarga sudah memaafkan Marissa Haque.

Editor: Dewi Agustina  |  Sumber: Tribun Pekanbaru
 
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

"Bunda Marissa Haque & Ayah Ikang Fawzi: Kesabaran di Awal 2012, Gong Xi Fat Chai ya?"



Selamat Tahun baru Cina 2012 Naga Air bagi segenap yang merayakannya...waaaah... Gong Xi Fat Chai ya?



"Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kesabaran di Awal 2012, Gong Xi Fat Chai ya?"

"Sihir Pendidikan" dari Bunda Marissa Haque : Indigo Production 2010 (Cumi-cumi Video)

"Sihir Pendidikan" dari Bunda Marissa Haque untuk yang Dekat di Hatinya: Indigo Production 2010 (Cumi-cumi Video)

Marissa Haque: Tell the Right and the Right Standing Honesty

Marissa Haque: Tell the Right and the Right Standing Honestyin Sumedang, West Java 2009

This Blog's Links

http://chikita-artwork.blogspot.com/

http://cerita-musik-ayahikang.blogspot.com/

http://chikita-life-thought.blogspot.com/

http://theanimator-chikitafawzi.blogspot.com/

http://www.ikangfawzi.com/

http://ikangfawzi.blogdetik.com/

http://ikangmarissa-ugm-ekonomibisnis.blogspot.com/

http://ikangfawzi.blogspot.com/

http://musik-ikang-fawzi.blogspot.com/

http://ikangfawzi-liriklagu.blogspot.com/

http://ikangfawzi-bil.blogspot.com/

http://ikang-fawzi-bil.blogspot.com/

http://brother-in-law.blogspot.com/

http://bisnis-ugm-ikangfawzi.blogspot.com/

http://positifmarissa.blogspot.com/

http://ipb-marissahaquefawzi.blogspot.com/

http://riau-forum-previlegiatum-marissahaque.blogspot.com/

http://riset-illegal-logging-marissa.blogspot.com/

http://riset-bundamarissa-hutanriau.blogspot.com/

http://ekonomisyariah-marissahaque.blogspot.com/

http://politik-ekonomirakyat-marissahaque.blogspot.com/

http://marissahaque.blogdetik.com/

http://chikita-artwork.blogspot.com/

http://cerita-musik-ayahikang.blogspot.com/

http://chikita-life-thought.blogspot.com/

http://theanimator-chikitafawzi.blogspot.com/

http://it-ict-marissahaque.blogspot.com/

http://miss-bellafawzi.blogspot.com/

http://tv-bellafawzi.blogspot.com/

http://marissa-soraya-shahnaz.blogspot.com/

http://sorayahaque-dalam-marissahaque.blogspot.com/

http://shahnazhaque-dalam-marissahaque.blogspot.com/

http://the-haque-sisters.blogspot.com/

http://my-love-ikangmarissa.blogspot.com/

http://bkkbn-ikangmarissa.blogspot.com/

http://bkkbn-ikang-marissa.blogspot.com/

http://kb-marissahaque.blogspot.com/

http://lipi-ikangfawzi-kebunraya.blogspot.com/

http://nephentes-ikangmarissa.blogspot.com/

http://kebun-raya-ikang-fawzi.blogspot.com/

http://realestate-indonesia-ikangfawzi.blogspot.com/

http://rei-ikangfawzi.blogspot.com/

http://ikang-fawzi-lampung-selatan.blogspot.com/

http://zainuddin-hasan-ikang-fawzi.blogspot.com/